• Berita Terkini

    Kamis, 03 September 2015

    Para Pencari Kerja Serbu Job Fair 2015

    IMAM/EKPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sedikitnya 45 perusahaan berpartisipasi dalam kegiatan Job Market Fair (JMF) Kebumen 2015, yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) bekerjasama dengan Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen.  Kegiatan yang berlangsung di auditorium Kampus IANU Kebumen tersebut berlangsung dua hari dan dibuka secara resmi Rabu (2/9/2015).

    Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Sekda Kebumen Adi Pandoyo SH MSi. Membacakan sambutan Pj Bupati Arif Irwanto, Adi Pandoyo mengatakan, para pencari kerja harusnya meningkatkan Skill terutama kemahiran berbahasa asing. Pasalnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonimi ASIAN (MEA) yang akan berlangsung di akhir tahun 2015 ini, nantinya para  pekerja Indonesia akan bebas mengakses lowongan pekerjaan dimanapun dalam negara Asean." Tingkatkan kemampuan bahasa asing, maka akan memudahkan dalam mencari pekerjaan. Di era MEA ini para pekerja asing dan pekerja kita bebas mengakses pekerjaan dimanapun di negara ASEAN," tuturnya.

    Ditambahkannya, bahwa kini Pemkab Kebumen telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kemudahan bagi investor. Pasalnya dengan adanya investor tentunya akan menyerap banyak  tenaga kerja.“Kita juga mempermudah perijinan. Selain itu birokrasi dipersingkat dengan melalui Badan Penanaman Modal Dan Perijninan Terpadu,” jelasnya.

    Kasubdit Bursa Kerja Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Endang Setyowati, mengatakan bursa kerja seperti Job Fair bertujuan mempertemukan pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Selain itu, agar tidak terjadi diskriminasi dalam seleksi tenaga kerja. "Dengan adanya Job Market ini akan memberikan kesempatan merata dan adil tanpa adanya diskriminasi. Pasalnya pemberi kerja dan pencari kerja bisa bertemu langsung dalam forum terbuka,” bebernya.

    Dijelaskanya, Job Fair juga diharapkan bisa membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengakses kesempatan kerja. Pasalnya MEA harus dipandang sebagai sebuah kesempatan mendapatkan peluang. Syaratnya, para pencari kerja harus siap untul berkompetisi. “Dengan adanya MEA, pencari kerja Indonesia dapat mengakses pekerjaan di negara-negara ASEAN,” ungkapnya.(mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top