KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Saat ini internet bukan lagi hal asing bagi masyarakat. Bagi sebagian orang internet bahkan telah menjadi kebutuhan pokok. Di internet banyak sekali peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Kendati demikian masyarakat diharap untuk waspada, pasalnya di pada dunia maya tersebut juga banyak sekali jebakan-jebakan yang mengatasnamakan bisnis.
Untuk itu masyarakat diharap jeli dan hati-hati dalam setiap mengambil informasi dari internet. Pasalnya jika sampai tertipu, bukan untung yang akan didapat melainkan kerugian. Sebelum menekuni bisnis online, ada baiknya untuk mencari informasi dari berbagai sumber yang terpercaya.
Untuk itu masyarakat diharap jeli dan hati-hati dalam setiap mengambil informasi dari internet. Pasalnya jika sampai tertipu, bukan untung yang akan didapat melainkan kerugian. Sebelum menekuni bisnis online, ada baiknya untuk mencari informasi dari berbagai sumber yang terpercaya.
Hal ini disampaikan oleh salah satu salah satu pegiat bisnis online Drajat Ahmad Ghozali warga RT 1 RW 1 Desa Setiadi Kecamatan Puring. Menurutnya, di internet banyak sekali peluang bisnis, tetapi banyak pula jebekan-jebakan yang dapat merugikan.
“Internet ya mirip pisau bermata dua, jika bisa menggunakan dengan baik, dapat sangat menguntungkan, namun jika tidak dapat tentunya dapat “membunuh”,” tuturnya, Selasa (16/5/2017).
Pihaknya yang telah malang melintang di internet sejak tahun 2006 tersebut mengemukakan salah satu tawaran yang menggiurkan di internet yakni Paid To Click (PTC). Kendati demikian mayoritas PTC adalah scam atau penipu. Dengan demikian sangat tidak dianjurkan menekuni PTC. “Mayoritas PTC penipu, seandainya ada yang benar-benar membayar, kemungkinan itu sangat kecil,” paparnya.
Saat disinggung mengenai penghasilan dari internet yang paling aman, pihaknya mengatakan Pay Per Click (PPC). Dijelaskannya, perbedaan mendasar dari PTC dan PPC adalah jika PTC, jika PTC maka yang mengklik iklan akan mendapatkan bayaran. Sedangkan PPC saat iklan di klik maka pihak penyedia tempat iklan akan mendapatkan bayar. “Yang paling aman saat ini adalah PPC. Adapun PTC kebanyakan penipu,” tegasnya.
Bisnis PPC, lanjutnya, dapat dilaksanakan dengan membuat website atau Youtobe. Dari situ nantinya akan dipasangi iklan baik oleh Google maupun penyedia iklan lainnya. Dengan demikian maka penghasilan akan selalu mengalir. “Usaha tetap berjalan, meski pengusaha selalu jalan-jalan,” ucapnya. (mam)
“Internet ya mirip pisau bermata dua, jika bisa menggunakan dengan baik, dapat sangat menguntungkan, namun jika tidak dapat tentunya dapat “membunuh”,” tuturnya, Selasa (16/5/2017).
Pihaknya yang telah malang melintang di internet sejak tahun 2006 tersebut mengemukakan salah satu tawaran yang menggiurkan di internet yakni Paid To Click (PTC). Kendati demikian mayoritas PTC adalah scam atau penipu. Dengan demikian sangat tidak dianjurkan menekuni PTC. “Mayoritas PTC penipu, seandainya ada yang benar-benar membayar, kemungkinan itu sangat kecil,” paparnya.
Saat disinggung mengenai penghasilan dari internet yang paling aman, pihaknya mengatakan Pay Per Click (PPC). Dijelaskannya, perbedaan mendasar dari PTC dan PPC adalah jika PTC, jika PTC maka yang mengklik iklan akan mendapatkan bayaran. Sedangkan PPC saat iklan di klik maka pihak penyedia tempat iklan akan mendapatkan bayar. “Yang paling aman saat ini adalah PPC. Adapun PTC kebanyakan penipu,” tegasnya.
Bisnis PPC, lanjutnya, dapat dilaksanakan dengan membuat website atau Youtobe. Dari situ nantinya akan dipasangi iklan baik oleh Google maupun penyedia iklan lainnya. Dengan demikian maka penghasilan akan selalu mengalir. “Usaha tetap berjalan, meski pengusaha selalu jalan-jalan,” ucapnya. (mam)
Berita Terbaru :
- Wisatawan Dihimbau Tidak Mandi di Laut Lewati Batas Aman
- Mudik ke Kebumen, Wakapolda Jateng Kunjungi Ponpes Masa Kecil
- Balon Udara Jatuh ke Kawat Listrik di Desa Jatimalang
- Pulang Silaturahmi, Mobil Terperosok ke Parit
- Bupati Kebumen Shalat Ied di Alun-alun Pancasila
- BNPB Salurkan Bantuan Bencana untuk Kebumen Rp 200 Juta
- Pedagang Pasar Tumenggungan Sebut Lebaran tahun ini tak Seramai Edisi Sebelumnya