asesur/ekspres |
Informasi yang berhasil dihimpun Kebumen Ekspres, kali pertama, jasad ditemukan oleh salah seorang warga setempat bernama Mirin (48) yang hendak membetulkan saluran air tak jauh dari lokasi penemuan mayat.
Sesampai di lokasi, Mirin mencium bau tak sedap. Rasa penasaran itu berubah menjadi kaget bukan kepalang saat dilihatnya sesosok mayat pria tergantung pada sebuah pohon di tepi sungai.
Mirisnya lagi. kondisi mayat sudah tak lagi utuh. Sebagian kulit muka, rambut telah mengelupas bahkan wajahnya sudah tidak bisa dikenali. "Awalnya sempat diduga bangkai hewan," kata Yatino Ketua RT 03 RW 05 Desa Pandansari Kecamatan Sruweng.
Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Kapolsek Sruweng AKP Tri Sujarwadi, membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan, diketahui jasad tersebut bernama Turiso (32) warga Dusun Kebon RT 05 RW 04 Desa Pandansari Kecamatan Sruweng.
"Korban sudah ada yangt mengakui (korban sebagai anggota keluarga). Setelah kami periksa tidak ada tanda -tanda penganiayaan. Korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," kata Kapolsek Sruweng kepada Ekspres di rumah duka. (fur)