• Berita Terkini

    Minggu, 03 Maret 2024

    Kumpulan Anak Muda di Kebumen Gelar Ditampart


    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sekelompok anak muda berkumpul meramaikan event Roadshow DITAMPART (Dinas Cipta Tempat dan Ruang Terpadu)  di Ndalem Rawa Gowok Pejagoan, Kebumen Selasa (27/2/2024). Kegiatan dalam rangka merayakan 20 tahun eksistensi komunitas Kolektif Hysteria dari Semarang itupun berlangsung meriah


    Dalam even ini, sejumlah komunitas asal Kebumen ambil bagian. Diantaranya Interlokal, Gubuk Kreatif Jatitekenkulon, Perpustakaan Jalanan Kebumen dibantu Pasar Gratis Kebumen, Kedung Film dan Awan Sinema. 



    Selain itu, Komite Ekonomi Kreatif (KEKraf) Kebumen, Dewan Kesenian Daerah (DKD), Historical Study Trip dan Roemah Martha Tilaar juga tampak.


    Acara dibuka pertunjukan Kinjeng Dom, kelompok seni pondok pesantren yang menyatukan gamelan, sholawatan dan tembang-tembang Jawa. Kemudian, diskusi kreatif mengundang narasumber Kabul Trifiyanto (KEKraf Kebumen), Agung Prasetyo (DKD Kebumen) dan Khasib Fatoni (Roemah Martha Tilaar) serta Arie Setyarini dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen.

    Semakin malam panggung diramaikan pertunjukan band Susah Tidur dan Jhonny Miligram Is Back asal Kebumen, serta Schelper asal Semarang. Selain panggung utama ada juga pameran, live grafiti dari seniman muda Kebumen bernama Javier (Mine) dan pertunjukan bebas Komunitas Skateboarding Kebumen. Kebumen telah menjadi bagian KaTa Kreatif (kota dan kabupaten kreatif) hasil tinjauan Kemenparekraf yang diresmikan tahun 2023


    Aris Setyanto dari Interlokal menjelaskan Kegiatan ini terselenggara berkat jejaring komunitas antar daerah yang sudah dibangun. “Roadshow DITAMPART yang berkeliling 17 kota dan kabupaten di Jawa Tengah bisa mampir ke Pejagoan Kebumen,” katanya. 


    Sebelumnya Roadshow DITAMPART telah melewati Pekalongan, Tegal, Brebes, Purwokerto (Banyumas) dan Cilacap. Kebumen merupakan titik keenam yang turut mewarnai perjalanan Roadshow DITAMPART dengan keragaman karya seni dan kreativitas anak mudanya, juga tak lupa berkolaborasi dengan para senior pendahulu. 



    Ketua Ekonomi Kreatif Kebumen, Kabul Trifiyanto mengatakan, KEKraf Kebumen saat ini mengajak anak muda di setiap kecamatan untuk menjadi sukarelawan, menjadi mitra kami dalam mendata dan aktif di berbagai kegiatan ekonomi kreatif di daerahnya masing-masing. 

    “Karena anak muda yang lebih paham lapangan dan perkembangan situasi terkini, harapannya bisa memberikan warna kreatif dari asal daerah mereka,” katanya. 


    Sementara itu, Idez dari Perpustakaan Jalanan menegaskan Kebumen butuh semakin banyak ruang publik untuk berkesenian yang mudah diakses. Yang membedakan event seni kali ini adalah orasi kebudayaan dari 2 generasi berbeda yaitu Teguh Hindarto (pemerhati seni dan sejarah lokal) dan Rey (Gubuk Kreatif, Perpustakaan Jalanan), pidato/orasi budaya semacam ini masih sangat jarang ditampilkan di Kebumen. 


    Rey berorasi dengan lantang mengutip sastrawan dan budayawan Radar Pancha Dahana mengatakan, Kejahatan yang lebih besar dari suatu rezim itu memotong kemampuan rakyatnya untuk berimajinasi. Disambung dengan lebih tenang oleh Teguh Hindarto “Kota tidak hanya milik segelintir orang atau kelompok tertentu yang punya kontribusi membangun secara teknis, para seniman dan budayawan juga punya kontribusi besar untuk membangun, menjaga dan melukis wajah kota,” katanya. (fur)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top