• Berita Terkini

    Jumat, 24 Januari 2025

    Pelaksanaan Program MBG di Kebumen masih Tunggu Arahan Pusat



    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Edi Rianto menyampaikan pihaknya masih belum bisa melaksanakan Program makan bergizi gratis (MBG). Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat


    Sekda Edi menyebutkan,  pada rapat akhir Desember 2024 bersama Menteri Koordinator (Menko) Pangan disampaikan pelaksanaan MBG secara keseluruhan (nasional) pada 1 April 2025.


    "Nah yang tanggal 6 Januari kemarin itu istilahnya dipilih dulu, uji coba gitu. Seperti di Cilacap itu ada satu titik, dan rencananya di Kebumen nanti ada dua titik. Tapi kita belum tahu pelaksanaannya kapan," ujar Sekda Edi usai rapat pembahasan MBG bersama Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dan pimpinan OPD di Arumbinang, kompleks Pendopo Kabumian, pada Jumat 24 Januari 2025.



    Untuk itu, kata Edi, Pemda perlu mempersiapkan semua ini dengan baik, seperti pembuatan posko, dapur sehat, kemudian menghitung kebutuhan yang ada. Baik dari produk atau bahan bakunya, dan juga pihak yang mengerjakan, karena nantinya bakal menyerap banyak tenaga kerja dari masyarakat lokal.


    "Kemarin kita sudah melaksanakan koordinasi dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mencoba melihat sekemanya. Itu kalau dihitung paling tidak satu dapur membutuhkan 40 orang tenaga kerja, dengan perhitungan satu dapur mampu menyiapkan 3000 porsi makanan," tuturnya.

    Hitungan sementara, kata Edi, di Kebumen terdapat 130 dapur sehat. Dengan jumlah itu, maka bisa dibayangkan jumlah kebutuhan yang disiapkan cukup besar. Pihaknya berharap BGN bisa merespons cepat rencana pelaksanaan MBG di Kebumen, sehingga bisa dinikmati seluruh anak-anak sekolah.

    "Semua daerah sebenarnya hanya membantu menjaga konsepnya seperti itu. Soal siapa pelaksanaya di lapangan, kemudian verifikasi dapur umumnya layak atau tidak layak, begitu juga pendanaan, semua dari BGN," terang Edi.

    Sekda Edi menyampaikan, sampai saat ini belum ada petunjuk atau perintah agar program MBG didanai menggunakan anggaran APBD. Ia menyebut Pemda sifatnya hanya memberikan anggaran pendampingan. Untuk Kebumen sendiri sudah disiapkan sebesar Rp 15 Miliar.

    "Kita sebenarnya bersama pemerintah pusat baru membahas masalah stock. Misalnya stock berasnya itu cukup atau tidak, kemudian telur, ayam, ikan, susu, buah, kebutuhan itu di semua daerah itu cukup atau tidak. Maksudnya kalau itu semua diambil dari Kebumen mampu atau tidak, jadi masih dihitung," tandasnya.

    Karena itu, Edi meminta masyarakat untuk bersabar. Sebab untuk melaksanakan program nasional sebesar MBG ini memang tidak mudah, butuh bersiapan yang matang, dan pemerintah terus bekerja agar program ini bisa segera terealisasi di Kebumen dan juga daerah-daerah lain.(*)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top