KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Dari aneka menu khas lebaran, ketupat sepertinya tetap menjadi hal wajib bagi warga Kebumen. Alhasil, para pedagang ketupat di Pasar Tumenggungan ketiban rejeki
Widhia Mukaromah, salah satu perajin ketupat dan klontong di Pasar Tumenggungan, dagangannya laris manis. Hanya hitungan jam, dagangannya ludes diserbu pembeli.
Widhia Mukaromah yang berjualan dari pagi hingga sore itu menjual dua jenis ketupat. Satu ketupat yang sudah matang atau terisi nasi. Sedangkan satu masih belum diisi atau disebut kelontong ketupat.
"Menjelang lebaran, penjualan ketupat Alhamdulillah tahun ini lumayan laris daripada tahun kemarin. Tahun ini kupat yang sudah matang lebih laris daripada klontongnya saja. Tahun lalu setengah hari kita sudah pulang karena agak sepi, tapi tahun ini kita sampai sore nambah terus," ujarnya.
Widhia berjualan sejak H-2 Idulfitri dengan puncak penjualan terjadi di H-1. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan ribuan ketupat untuk memenuhi permintaan pelanggan.
"Harga klontong satu ikat isi sepuluh biji harga 10 ribu. Kalau harga ketupat sudah matang bervariasi, mulai dari Rp10 ribu, Rp15 ribu, Rp25 ribu hingga Rp30 ribu, tergantung besar kecilnya dan banyaknya ketupat," jelasnya.
Bagi masyarakat yang hanya membeli klontongnya saja, masyarakat bisa mengolahnya sendiri di rumah dengan cara mengisi beras hingga setengah bagian, lalu merebusnya selama delapan jam hingga matang. Proses pembuatan ketupat ini memang memakan waktu lama, tetapi hasilnya lebih segar dan dapat disesuaikan dengan selera masing-masing.(*)
Berita Terbaru :
- Wisatawan Dihimbau Tidak Mandi di Laut Lewati Batas Aman
- Mudik ke Kebumen, Wakapolda Jateng Kunjungi Ponpes Masa Kecil
- Balon Udara Jatuh ke Kawat Listrik di Desa Jatimalang
- Pulang Silaturahmi, Mobil Terperosok ke Parit
- Bupati Kebumen Shalat Ied di Alun-alun Pancasila
- BNPB Salurkan Bantuan Bencana untuk Kebumen Rp 200 Juta
- Pedagang Pasar Tumenggungan Sebut Lebaran tahun ini tak Seramai Edisi Sebelumnya